Aku ingin dapat memperoleh Iman sebiji sesawi saja & sepenuhnya percaya karya Tuhan dalam hidupku
Pada awal tahun ini di kebaktian gerejaku dibagikan ayat mas dan aku mendapat ayat mas Ibrani 10:45 yg berbunyi “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya“. Aku pegang ayat mas itu dan berusaha kujadikan rhema dalam langkah kehidupanku.
Pada tanggal 14 Jan 2009 yg lalu seperti biasanya setiap pagi aku awali dengan membaca alkitab & berdoa sebelum melakukan berbagai aktivitas harian dan berangkat kerja. Aku berangkat kerja pukul 6 pagi karena aku tinggal di Semarang tetapi kerja di Karangjati.
Saat itu aku sudah siap-siap utk menghidupkan sepeda motorku utk berangkat kerja. Namun ternyata tidak dapat hidup, mulailah aku jadi kebingungan karena waktu terus berlalu aku takut kalau terlambat masuk kerja. Saat itu sebetulnya dalam hati aku sudah berdoa minta tolong pada Tuhan dan hatiku mengatakan Tuhan pasti tolong aku dan inilah saatnya aku jadikan ayat mas yg kudapat itu betul-betul sebagai rhema dalam hidupku. Namun kita ini kan manusia yg penuh kedagingan karena sudah usaha apapun dan belum dapat hidup itu kendaraan. Maka mulailah aku mengandalkan kekuatanku sendiri dengan menelpon teman kerjaku utk ikut nebeng berangkat kerja, tetapi jawaban yg kuperoleh dia tidak dapat karena banjir dimana-mana. Aku semakin cemas & bingung apa yg harus kulakukan. Aku telp kakakku dgn maksud mau minta tolong datang ke rumahku dan betulkan sepeda motorku agar dapat hidup dan kugunakan berangkat kerja. Saat itu sambil telp aku berteriak dalam hatiku Tuhan tolong aku. Aku katakan itu dgn sepenuh hati dan mengimaninya bahwa Tuhan pasti tolong aku. Makanya sambil telp & berdoa aku tetap berusaha menghidupkan sepeda motorku. Sungguh suatu anugerah yg besar bagiku saat itu ternyata Tuhan hidupkan sepeda motorku sebelum kakakku berbicara apapun. Sungguh ajaib karya Tuhan meskipun dalam hal yg sepele seperti ini tapi aku hari itu mulai belajar bahwa jika kita percaya sepenuh hati pada Tuhan & selalu mengandalkan-Nya, maka kita tak pernah akan kecewa.
Mulai hari itu setiap hari aku belajar beriman dan berusaha minta pada Bapa di surga agar menganugerahkan aku iman sebiji sesawi saja dalam hidupku ini. Pada tanggal 15 Jan 2009. Aku kembali diuji Tuhan. Saat itu aku sudah berangkat kerja dari rumah dan sampai di tempat penitipan sepeda motor. Aku kaget karena tempat penitipan itu belum buka dan waktu kutanyakan pada orang mungkin bukanya siang karena penjaganya lagi pulang kampung. Waduh, bagaimana ini padahal bis jemputanku sebentar lagi akan datang. Aku waktu itu berdoa & beriman bahwa Tuhan kali inipun akan bantu aku. Doaku hanya sederhana “Aku mohon Tuhan tepat waktu membukakan tempat penitipan sepeda motorku dan aku dapat ikut berangkat dengan bis jemputanku” Namun sekali lagi pada dasarnya kita ini manusia yg penuh kedagingan maka akupun cemas & takut, sehingga aku mencoba cari bantuan utk selesaikan hal ini dgn telp kakakku (maksudku utk jemput sepeda motorku sehingga aku tetap dapat berangkat dgn ikut bis jemputanku). Namun sekali lagi Tuhan tunjukkan padaku bahwa Dia sungguh Ajaib & dapat diandalkan oleh kita sebagai anaknya & muridnya. Telpku tidak terjawab, namun dengan tiba-tiba ada orang yg muncul bawa kunci utk buka gembok pintu masuknya. Jadinya aku takjub waktu itu sampai tidak dapat katakan apapun. Sehingga akhirnya aku dapat ikut bis jemputan utk ke kantor kerjaku. Sorenya waktu pulang kerja aku kembali berdoa pada Tuhan utk minta agar tidak turun hujan hingga aku ambil sepeda motorku dan pulang ke rumahku. Namun kali ini Tuhan tidak kabulkan doaku. Aku tidak kecewa. Namun saat hujan turun dgn amat derasnya & angin begitu kencangnya. Aku kembali berdoa “Tuhan aku dapat terima kalau Engkau tidak kabulkan doaku agar tidak turun hujan tetapi sekarang aku minta tolong entah apapun yg terjadi biarlah aku dapat mengendarai sepeda motorku dgn baik, tidak terjadi kecelakaan sampai di rumahku” Aku doa seperti itu karena helm terbuka dan aku pakai kaca mata sehingga apabila hujuan turun dgn derasnya & angin begitu kencangnya maka aku tidak dapat melihat apapun di depanku dengan cepat. Aku perlu waktu sampai beberapa menit baru dapat meihat dgn jelas apa yg ada di depanku. Tuhan itu sungguh ajaib walau dgn banyak kesulitan namun akhirnya aku dapat tiba di rumahku dgn tidak sekurang apapun kecuali basah kuyub karena kehujanan.
Hari ini tgl 16 Jan 2009 aku kembali melihat keajaiban Tuhan dan kuasa imanku walau masih jauh dari biji sesawi. Karena kejadian kemarin dimana tempat penitipan sepeda motorku buka siang karena penjaganya pulang kampung, maka hari ini aku berencana utk nebeng temanku utk berangkat kerjanya. Namun saat aku mau berangkat temanku itu kirim sms yg menyatakan bahwa aku tdk dpt nebeng dia. Aku pasrah saat itu dan agak cemas. Apa yg harus kulakukan? akhirnya aku memutuskan utk tetap bawa sepeda motor sendiri dan terus panjatkan doa agar Tuhan yg atur sehingga aku tetap dapat berangkat kerja dgn bis jemputan. Kadang kenyataan tak seindah yg kita harapkan. Itulah yg kualami. Setibanya di tempat penitipan masih sepi, pintu masih terkunci bahkan tdk ada seorang pun di sana. Aku ngomong dgn diriku sendiri hari ini aku tidak boleh lakukan apapun. Aku harus tunggu dgn tenang & berdoa saja. Tuhan pasti berkarya. Sudah selama 2 hari berturut-turut aku diajar oleh-Nya utk beriman dan ini adalah hari ke 3 maka aku harus berusaha lebih baik daripada kemarin. Namun saat jam bis jemputan mau datang dan pintu belum juga ada yg membuka. Maka aku kembali pasrah dan mencoba ambil Hpku utk sms bosku dgn maksud memberitahu bahwa aku akan masuk terlambat dgn alasan seperti yg kualami itu. Namun sebelum selesai SMS, kembali ada orang yg muncul dan bukakan pintunya. Aku senang dan cepat-cepat parkirkan sepeda motorku, tetapi aku sempat melihat bahwa bis jemputanku sudah datang. Aku tetap tenang dan pasrah kalau memang Tuhan menghendaki aku harus naik bis sendiri utk berangkat kerja, aku jalani dengan senang hati. Tapi Tuhan itu sungguh AJAIB kuasa dan cara kerja-Nya. Sewaktu aku parkir ada telp yg masuk dari teman kerjaku menanyakan aku ada dimana, maka kujawab aku baru parkir kalau boleh tunggu 10 menit aku akan berlari dan ikut bis. Puji Tuhan walau sampai ngost-ngostan karena berlari kencang. Aku berhasil ikut bis jemputan hari itu. Sewaktu sampai di kantor teman sebisku tanya apakah tadi aku telp dia utk minta ditunggu. Aku katakan tidak karena aku merasa tidak mungkin dapat ikut bis jemputan. Jawaban temanku itu merupakan Mukjizat Tuhan buatku. Temanku mengatakan bahwa supir bis tadi melihat aku maka tanya apakah mau ditunggu, lalu temanku yg lain segera menelponku itu. Itulah tidak ada yg rugi & selalu memuaskan bila kita mau percaya dan selalu andalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita setiap hari meski dalam hal sekecil apapun. Tuhan itu tetap peduli dan selalu dukung kita. Inilah cerita tiga hari aku tumbuh dalam imanku kepada Tuhan dan belajar hidup utk selalu andalkan Tuhan dalam setiap langkah/keputusan yg kuambil walau itu perkara kecil.
Puji Tuhan Semoga dapat memberkati teman-teman sekalian.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar